Postingan

PIAGAM GUMI SASAK: JATI DIRI KEBUDAYAAN SUKU SASAK

Gambar
PIAGAM GUMI SASAK: JATI DIRI  KEBUDAYAAN SUKU SASAK           Tanggal 26 Desember 2015 lalu telah diresmikan sebuah rumusan pernyataan sikap yang bertempat di Museum Negri Nusa Tenggara Barat berupa Piagam Gumi Sasak yang di saksikan juga oleh tokoh-tokoh masyarakat dari Samawa dan Mbojo.             Di rumuskannya pernyataan sikap itu dilatarbelakangi oleh kegelisahan tokoh-tokoh masyarakat sasak tentang konsep dan identitas kebudayaan sasak yang dewasa ini semakin mengarah pada konsep yang salah tentang kebudayaan sasak itu sendiri ditengah dunia tanpa ada batasan ini. Berikut foto dan isi dari Piagam Gumi Sasak. PIAGAM GUMI SASAK BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM Menjadi bangsa Sasak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, dan generasi mendatang. Menunaikan amanah Sasak itu sejatinya merupakan matarantai sejarah...

Rudat tarian islami suku sasak

Gambar
Bukan hanya di kenal dengan destinasi wisata halalnya, Lombok juga memiliki kebudayaan yang islami tentunya, salahsatunya ialah kesenian Rudat. Tarian tradisioal ini memiliki gerakan yang sangat unik, yaitu memiliki gerakan sperti pencak silat yaitu memukul, menendang, memasang kuda-kuda, dan menangkis. Tarian rudat dibawakan oleh kurang lebih lima belas penari yang memakai pakaian seperti prajurit. Rudat diiringi dengan alat musik melodi melayu seperti rabana, mandolin, biola, dan jidur. Yang menjadi ciri khas dari rudat ini adalah lagu yang dibawakan berupa shalawat, dan syair-syair islami. Tarian rudat biasanya dipentaskan saat acara nyongkolan dan hari-hari besar islam. Namun saat ini rudat sudah sangat jarang kita jumpai, terutama di wilayah tempat tinggal saya Lombok Barat jika ada acara pernikahan sangat jarang sekali yang menggunakan kesenian rudat ini. Saya berharap kesenian rudat ini akan terus di pentaskan karena tidak hanya tariannya yang sangat unik lagu yang ...

tradisi peraq api

Perak api  yang berarti mematikan perapian merupakan proses pemberian nama pada bayi oleh masyarakat sasak Lombok. Pada awalnya perak api di lakukan setiap pagi yang bertujuan untuk menghangatkan bayi dan ibunya, dan pemberian nama di berikan setelah tali pusar sang bayi putus. Namun saat ini perak api hanya di lakukan sekali yaitu ketika putusnya tali pusar sang bayi atau seminggu setelah kelahiran bayi. Upacara perak api di pimpin langsung oleh dukun beranak desa atau biasa di panggil belian.             Upacara peraq api memiliki beberapa tahapan. Yang pertama sang bayi di kelilingi sebanyak tujuh kali oleh belian di atas perapian yang di buat dari batuk kelapa kering dan wadahnya merupakan berupa kendi yang terbuat dari tanah liat, tidak lupa belian membacakan doa-doa atau jampi yang bertujuan megusir atau menghindari sang bayi dari mahluk halus. Setelah itu sang ibu bayi melakukan keramas dari parutan kelapa dan kunyit ...