tradisi peraq api
Perak
api yang berarti mematikan perapian merupakan
proses pemberian nama pada bayi oleh masyarakat sasak Lombok. Pada awalnya perak
api di lakukan setiap pagi yang bertujuan untuk menghangatkan bayi dan ibunya,
dan pemberian nama di berikan setelah tali pusar sang bayi putus. Namun saat
ini perak api hanya di lakukan sekali yaitu ketika putusnya tali pusar sang
bayi atau seminggu setelah kelahiran bayi. Upacara perak api di pimpin langsung
oleh dukun beranak desa atau biasa di panggil belian.
Upacara peraq api memiliki beberapa
tahapan. Yang pertama sang bayi di kelilingi sebanyak tujuh kali oleh belian di
atas perapian yang di buat dari batuk kelapa kering dan wadahnya merupakan
berupa kendi yang terbuat dari tanah liat, tidak lupa belian membacakan doa-doa
atau jampi yang bertujuan megusir atau menghindari sang bayi dari mahluk halus.
Setelah itu sang ibu bayi melakukan keramas dari parutan kelapa dan kunyit yang
di buat belian yang telah di bacakan doa-doa, yang bertujuan agar terhindar
dari rabun. Setelah itu bayi dan ibu bayi di berikan gelang benang berwarna
hitam putih yang bertujuan untuk menghindari bayi dan ibu bayi dari hal-hal
buruk. Gelang di pakaikan di kedua pergelangan dan pada pinggang ibu dan bayi.
. Setelah itu bayi dan sang ibu di berikan sembek pada kening, tidak lupa
belian membacakan doa-doa, dan menyebutkan nama bayi menjadi
peresmian nama sang bayi. Sembek
yaitu tanda merah yang di buat dari daun sirih, buah pinang dan yang lainnya.
Setelah itu perapian di matikan menggunakan air kembang yang telah di doakan
oleh belian.
Upacara peraq api merupakan bentuk
rasa syukur masyarakat suku sasak atas kelahiran sang penerus dan upacara
penerimaan bayi di tengah keluarga dan masyarakat. Adanya pembacaan doa-doa
oleh belian di setiap proses upacara peraq api bertujuan agar kita selalu
mengingat sang pencipta dan meminta perlindungan, kebahagiaan, kesehatan yang
berlimpah dari sang pencipta untuk bayi dan ibunya. Dan belian atau dukun
beranak saat ini sudah sangat tua, bisa saja sepuluh atau lima belas tahun
kedepan tidak ada belian di setiap desa. Sampai saat ini tidak ada pertentangan
oleh masyarakat tentang adanya upacara peraq api tersebut. Di karenakan
upacara peraq api sudah di lakukan sejak dahulu dan sampai saat ini masih di
lakukan masyarakat sasak Lombok, dan di karenakan juga upacara peraq api
tersebut sampai saat ini tidak menimbulkan sesuati hal yang negatif di tengah
masyarakat, dan semoga tradisi perak api ini akan terus di lakukan oleh
masyarakat suku sasak.
Wah bagus skali. Perlu bngat dioertahankan th.
BalasHapusNgeri ya namanya stlh baca artikelnya mndlm skli mknanya π
BalasHapusNgeri ya namanya stlh baca artikelnya mndlm skli mknanya π
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIni tradisi yang unik
BalasHapusLombok memang kaya akan tradsi tradisi uniknya π
BalasHapusTradisi ini sangat bagus π
BalasHapusKalau di desa saya namanya pedak api.ini juga sesuai dengan hukum Islam dimana seharusnya memberi nama pada bayi yaitu ketika berumur 7 hari.tapi sekarang dukun beranak tidak diizinkan untuk membantu melahirkan sang bayi apa penyebabnya
BalasHapusIndonesia yang kaya akan tradisi :)
BalasHapusBentuk rasa syukur yang di tuang dalam sebuah tradisi, kece sekaliπ
BalasHapusSangat menarik. Dan sedikit agak ngeri yah karena berbau sakral.
BalasHapusMenarik ya. Di Lombok peresmian nama bayi memiliki ritual yang sangat sakral π
BalasHapuskeren ya suku sasak. tradisinya unik-unik. :)
BalasHapusMantep wahπ
BalasHapusTradisi suku Sasak memang unik dan bernilai spritual dan rohani. Keren
BalasHapusTradisi suku sasak memang unik dan menarik..
BalasHapusTradisi suku sasak memang unik dan menarik..
BalasHapusBagus sekali.
BalasHapusTodakkah cenderung ke hal yg syirik krena banyak sekali prosesinya yg percaya kepada benda2 mati?
BalasHapusTradisi yang sangat unik
BalasHapusDan bagaimana sebenarnya bentuk tradisi peraq api tersebut? Sepertinya alangkah baiknya jika disertai dengan gambar juga
BalasHapusTradisi yg diwajibkan sekali ni
BalasHapusHarus dilestarikan
BalasHapussemangat melestarikan budaya
BalasHapusπππ♥️
BalasHapusDi paksa ngomen wkwk
BalasHapusTradisi tidak terlepas dari kepercayaan animisme dan dinamisme orang tua zaman dulu.
BalasHapus